Selasa, 21 Oktober 2014

PENDAHULUAN ETIKA SEBAGAI TINJAUAN



 Untuk memenuhi tugas mata kuliah softskill Etika Profesi Akuntansi maka dibawah ini materi tentang Pendahuluan Etika Sebagai Tinjauan


1. Pengertian Etika
       Dari bahasanya etika berasal dari yunani yaitu ethos yang berarti karakter, watak kesusilaan atau adat kebiasaan di mana etika berhubungan erat dengan konsep individu atau kelompok sebagai alat penilai kebenaran atau evaluasi terhadap sesuatu yang telah dilakukan.
       Dan menurut para ahli, etika tidak lain adalah aturan prilaku, adat kebiasaan manusia dalam pergaulan antara sesamanya dan menegaskan mana yang benar dan mana yang buruk. Perkataan etika atau lazim juga disebut etik, berasal dari kata Yunani ETHOS yang berarti norma-norma, nilai-nilai, kaidah-kaidah dan ukuran-ukuran bagi tingkah laku manusia yang baik, seperti yang dirumuskan oleh beberapa ahli berikut ini:
  1. Drs. O.P. SIMORANGKIR : etika atau etik sebagai pandangan manusia dalam berprilaku menurut ukuran dan nilai yang baik.
  2. Drs. Sidi Gajalba dalam sistematika filsafat : etika adalah teori tentang tingkah laku perbuatan manusia dipandang dari segi baik dan buruk, sejauh yang dapat ditentukan oleh akal.
  3. Drs. H. Burhanudin Salam : etika adalah cabang filsafat yang berbicara mengenai nilai dan norma moral yang menentukan prilaku manusia dalam hidupnya.
Prinsip-prinsip Etika

 Prinsip Keindahan
Prinsip ini mendasari segala sesuatu yang mencakup penikmatan rasa senang terhadap keindahan, Misalnya dalam berpakaian, penataan ruang, dan sebagainya .
Prinsip Persamaan
Setiap manusia pada hakikatnya memiliki hak dan tanggung jawab yang sama, sehingga muncul tuntutan terhadap persamaan hak antara laki-laki dan perempuan, persamaan ras, serta persamaan dalam berbagai bidang lainnya.
Prinsip Kebaikan
Prinsip ini mendasari perilaku individu untuk selalu berupaya berbuat kebaikan dalam berinteraksi dengan lingkungannya. Prinsip ini biasanya berkenaan dengan nilai-nilai kemanusiaan seperti hormat menghormati, kasih sayang, membantu orang lain.
 Prinsip Keadilan
Pengertian keadilan adalah kemauan yang tetap dan kekal untuk memberikan kepada setiap orang apa yang semestinya mereka peroleh. Oleh karena itu, prinsip ini mendasari seseorang untuk bertindak adil dan proporsional serta tidak mengambil sesuatu yang menjadi hak orang lain.

Prinsip Kebebasan
Kebebasan dapat diartikan sebagai keleluasaan individu untuk bertindak atau tidak bertindak sesuai dengan pilihannya sendiri. Dalam prinsip kehidupan dan hak asasi manusia, setiap manusia mempunyai hak untuk melakukan sesuatu sesuai dengan kehendaknya sendiri sepanjang tidak merugikan atau mengganggu hak-hak orang lain.
  Prinsip Kebenaran
Kebenaran biasanya digunakan dalam logika yang muncul dari hasil pemikiran yang logis/rasional. Kebenaran harus dapat dibuktikan dan ditunjukkan agar kebenaran itu dapat diyakini oleh individu dan masyarakat.
Basis Teori Etika
  1. Etika Teleologi
    Mengukur baik buruknya suatu tindakan berdasarkan tujuan yang mau dicapai dengan tindakan itu, atau berdasarkan akibat yang ditimbulkan oleh tindakan itu. Dua aliran etika teleologi :
    1. Egoisme Etis
    2. Utilitarianisme
      • Egoisme Etis
        Inti pandangan egoisme adalah bahwa tindakan dari setiap orang pada dasarnya bertujuan untuk mengejar pribadi dan memajukan dirinya sendiri. Satu-satunya tujuan tindakan moral setiap orang adalah mengejar kepentingan pribadi dan memajukan dirinya. Egoisme ini baru menjadi persoalan serius ketika ia cenderung menjadihedonistis, yaitu ketika kebahagiaan dan kepentingan pribadi diterjemahkan semata-mata sebagai kenikmatan fisik yg bersifat vulgar.
      • Utilitarianisme
        Menurut teori ini suatu perbuatan adalah baik jika membawa manfaat, tapi manfaat itu harus menyangkut bukan saja  satu dua orang melainkan masyarakat sebagai keseluruhan. Dalam rangka pemikiran utilitarianisme, kriteria untuk menentukan baik buruknya suatu perbuatan adalah “the greatest happiness of the greatest number”, kebahagiaan terbesar dari jumlah orang yang terbesar.
  2. Deontologi
    Istilah deontologi berasal dari kata  Yunani ‘deon’ yang berarti kewajiban. “Mengapa perbuatan ini baik dan perbuatan itu harus ditolak sebagai buruk”, deontologi menjawab : “karena perbuatan pertama menjadi kewajiban  kita dan karena perbuatan kedua dilarang”. Yang menjadi dasar baik buruknya perbuatan adalah kewajiban. Pendekatan deontologi sudah diterima dalam konteks agama, sekarang merupakan juga salah satu teori etika yang terpenting.
  3. Teori Hak
Dalam pemikiran moral dewasa ini barangkali teori hak ini adalah pendekatan yang paling banyak dipakai untuk mengevaluasi  baik buruknya  suatu perbuatan atau perilaku.  Teori Hak merupakan suatu aspek  dari teori deontologi, karena berkaitan dengan kewajiban. Hak dan kewajiban bagaikan dua sisi uang logam yang sama. Hak didasarkan atas martabat manusia dan martabat semua manusia itu sama. Karena itu hak sangat cocok dengan suasana pemikiran demokratis.
  1. Teori Keutamaan (Virtue)
Memandang  sikap atau akhlak seseorang. Tidak ditanyakan apakah suatu perbuatan tertentu adil, atau jujur, atau murah hati dan sebagainya. Keutamaan bisa didefinisikan  sebagai berikut : disposisi watak  yang telah diperoleh  seseorang dan memungkinkan  dia untuk bertingkah laku baik secara moral.
Contoh keutamaan :
    1. Kebijaksanaan
    2. Keadilan
    3. Suka bekerja keras
    4. Hidup yang baik
Egoisme
Egoisme merupakan motivasi untuk mempertahankan dan meningkatkan pandangan yang hanya menguntungkan diri sendiri. Egoisme berarti menempatkan diri di tengah satu tujuan serta tidak peduli dengan penderitaan orang lain, termasuk yang dicintainya atau yang dianggap sebagai teman dekat. Istilah lainnya adalah “egois”.
          Kesimpulan :
Kesimpulan dari Pendahuluan Etika Sebagai Tinjauan yaitu menurut para ahli, etika tidak lain adalah aturan prilaku, adat kebiasaan manusia dalam pergaulan antara sesamanya dan menegaskan mana yang benar dan mana yang buruk. Perkataan etika atau lazim juga disebut etik, berasal dari kata Yunani ETHOS yang berarti norma-norma, nilai-nilai, kaidah-kaidah dan ukuran-ukuran bagi tingkah laku manusia yang baik. 

Saya mengucapkan terimakasih kepada berbagai sumber untuk referensi saya menulis.
 
Sumber :

TULISAN (SOFT SKILL)



BERBAGAI MANFAAT DARI LIDAH BUAYA (ALOE VERA)



Banyak dari kita yang belum tahu tentang manfaat atau khasiat dari tumbuhan liar yang mempunyai duri atau biasa disebut Lidah Buaya atau Aloe vera. Tumbuhan Lidah Buaya ini jangan dianggap remeh karena selain bentuknya yang unik dan tidak cantik ternyata tumbuhan Lidah Buaya mempunyai khasiat yang luar biasa yang terkandung di dalamnya. Selain untuk kecantikan tumbuhan Lidah Buaya juga dapat digunakan sebagai obat alami untuk kesehatan  dan tanpa efek samping.
Jadi tak usah risau jika menggunakan tumbuhan  Lidah Buaya ini sebagai obat-obatan alami atau sebagai bahan dasar ramuan untuk kecantikan alami.  Tak perlu diragukan lagi, karena saya sendiri telah membuktikan dari khasiat tumbuhan Lidah Buaya atau Aloe Vera.
Adapun berbagai manfaat atau khasiat dari tumbuhan Lidah Buaya atau Aloe Vera  diantaranya :
1.      Sebagai Pengecil  Pori-pori
Tumbuhan Lidah Buaya dapat digunakan sebagai masker wajah yang khasiatnya sebagai pengecil por i- pori wajah. Cara membuat masker tumbuhan  Lidah Buaya atau Aloe Vera  yaitu potong  tumbuhan Lidah Buaya , jangan lupa dicuci terlebih dahulu kemudian kupas dan buang durinya ambil bagian dagingnya. Bisa juga di jus atau langsung di usapkan di kulit wajah anda. Biarkan masker tumbuhan Lidah Buaya menempel di wajah anda selama kurang lebih lima belas menit. Setelah meresap sempurna kedalam pori-pori wajah anda,  cuci muka dengan air dingin dan keringkan wajah.
2.      T umbuhan Lidah Buaya atau Aloe Vera sebagai Penghilang Minyak Wajah
Cara meramu tumbuhan Lidah Buaya sebagai penghilang minyak di wajah caranya sama dengan mebuat masker sebagai pengecil pori-pori. Pakai masker tumbuhan Lidah Buaya atau Aloe Vera secara rutin, gunakan masker Aloe Vera secara rutin tiga kali seminggu dan rasakan bedanya.
3.      Sebagai Pereda Sakit Tenggorokan
Saya mencoba sendiri dirumah ketika sedang radang tenggorokan berbagai jenis obat-obatan sudah saya coba dari tablet hisap maupun obat telan. Namun radang tenggorokan tak kunjung reda juga,  saya mencoba resep ini dari nasehat ibu saya, tadinya saya tidak percaya tetapi lama kelamaan saya mencoba juga tumbuhan lidah buaya ini. Tumbuhan Lidah Buaya ini dapat dijadikan jus dengan campuran buah-buahan lainnya atau pun dapat dijadikan sebagai minuman segar pelepas dahaga caranya yaitu ambil sehelai tumbuhan Lidah Buaya, cuci bersih , lalu kupas kulit dan durinya setelah itu ambil dagingnya, kemudian potong-potong.  Setelah di potong-potong rebus hingga matang, lalu tiriskan.  Agar lebih menyegarkan campurkan syrop vanila dengan potongan-potongan tumbuhan Lidah Buaya tadi. Jika anda berkenan tambahkan es atau campuran lainnya sesuai selera anda. Selamat mencoba .
4.      Mencerahkan Kulit
Karena di dalam daging  tumbuhan Lidah Buaya terdapat unsur di dalamnya yang menyebabkan kulit menjadi cerah. Caranya seperti diatas di buat masker lalu di tempelkan di kulit anda. Saya bukan seorang pakar dalam bidang ini tetapi hanya berbagi pengalaman saja, semoga bermanfaat untuk anda yang membaca tulisan saya ini.


Rabu, 18 Juni 2014

TUGAS MATERI SOFTSKILL BULAN KE 4

TUGAS MATERI SBULAN KE 4
Exercise 37 : Relative Clauses
1.       The last record which produced by this company became a gold record
2.       Checking  accounts that require a minimum balance are very common now
3.       The professor whose you spoke yesterday is not here today
4.       Jhon whose grades are the highest in the school has received a scholarship
5.       Felipe bought a camera that has three lenses
6.       Frank is the man who we are going to nominate frank for the office of treasurer
7.       The doctor is with a patient whose leg was broken in an accident
8.       Jane is the woman who is going to china year
9.       Janet wants a typewriter whose self corrects
10.   This book that I found last week contains some use full information
11.   Mr .Bryant’s whose team hast lost the game looks very sad
12.   James wrote an article whose indicated that disliked the president
13.   The director of the program was graduated from Harvard university is planning to retire year
14.   This is the book that I have been looking for all year
15.   William whose brother is a lawyer wants to become a judge

Exercise 38 :  Relative Clauses Reductions
1.       George is the man chosen to represent the committee at the convention
2.       All of the money accepted has already been releases
3.       The prepare on the table belong to Patricia
4.       The man brought to the police station confessed to the crime
5.       The girl drinkin coffee is Mary Allen
6.       Jhon’s wife a professor has written several papers on this subject
7.       The man talking to the policeman is my uncle
8.       The book on the top shelf is the one that I need
9.       The number of students have been counted is quite high
10.   Leo Evans a doctor eat in this restaurant everyday
Article Relative Clauses
Relative clauses with whose
A relative clause with the relative pronoun whose can be used to talk about something which belongs to a person or an animal, or something or someone that is associated with a person, e.g.:
Is she the woman whose bag was stolen?
Help is needed for families whose homes were flooded.
That must be the cat whose tail got cut off.
He had a sister whose name I’ve forgotten.
She’s the friend whose brother went to boarding school.
The relative pronoun whose can sometimes be used to refer to countries, organizations or other nouns which imply a group of people, e.g.:
I’d prefer to use a bank whose services are reliable.
It was a small country whose population was steadily rising.
But whose is not generally used to talk about something belonging to or relating to a thing. For instance, an example like:
She handed me a box whose lid was damaged.
would sound less natural than, e.g.:
She handed me a box which had a damaged lid.
The noun after whose can be the subject or object of the verb in the relative clause, e.g.:
…a country whose population was steadily rising (subject)
…a woman whose bag was stolen (object)